Kenapa Kereta di Jepang Sangat Sunyi? Cerita Jujur dari Orang Lokal

TL;DR — Kereta di Jepang sepi bukan tanpa alasan — ini berakar dari budaya “tidak ingin merepotkan orang lain” yang sudah tertanam dalam di masyarakat Jepang. Ngobrol sih boleh saja, tapi jaga volume suara. Jangan duduk dengan kaki terlalu terbuka, dan kalau bisa hindari jam sibuk — dengan begitu perjalanan kita semua bisa lebih nyaman. Momen yang Bikin Sedikit Tidak Nyaman Suatu hari saya sedang naik kereta ke pusat kota, dan tiba-tiba rombongan wisatawan asing yang cukup banyak masuk ke gerbong yang sama. ...

Kenapa Tato Dilarang di Onsen dan Sento Jepang? Perspektif Orang Lokal

TL;DR — Di kebanyakan sento (pemandian umum) dan onsen (pemandian air panas) di Jepang, pengunjung yang memiliki tato tidak diperbolehkan masuk. Ini berkaitan dengan persepsi sosial yang sudah lama mengakar bahwa “tato = yakuza (anggota kelompok kriminal terorganisir).” Meski budaya tato mulai sedikit demi sedikit diterima belakangan ini, aturan di banyak fasilitas masih cukup ketat. Kenangan Masa Kecil di Sento Waktu kecil, saya kadang diajak ke sento di dekat rumah. ...

Salaryman Mabuk Tidur di Jalanan Tokyo: Fenomena yang Sering Dilihat Wisatawan

TL;DR — Di kawasan hiburan Tokyo seperti Shinjuku dan Shibuya, kadang kamu akan melihat salaryman yang terlalu banyak minum dan tertidur di pinggir jalan. Jepang memang negara yang aman, tapi malam hari di kawasan hiburan tetap menyimpan risiko pencurian dompet atau tas. Bahkan ada kasus kecelakaan akibat tidur terlalu dekat dengan jalan raya, jadi tetap perlu berhati-hati. Pemandangan Malam Hari di Tokyo Kalau kamu berjalan-jalan di Shinjuku atau Shibuya pada malam hari, kamu mungkin akan melihat seseorang berpakaian jas yang bersandar di dinding gedung, atau berbaring di sudut trotoar. ...

Mengapa Orang Jepang Merasa Bersalah Jika Meninggalkan Sisa Makanan?

TL;DR — Orang Jepang merasa bersalah jika meninggalkan sisa makanan karena adanya perasaan budaya yang disebut “mottainai” — rasa sayang terhadap sesuatu yang terbuang sia-sia. Namun, ini bukan aturan yang kaku, dan di restoran hampir tidak ada yang mempermasalahkannya. Dalam makan bersama di rumah atau jamuan kecil, mengatakan satu kalimat saat tidak bisa menghabiskan makanan akan memberikan kesan yang sopan. Menghabiskan Semua Makanan yang Disajikan Waktu kecil, saya cukup sering diingatkan, “Jangan pilih-pilih makanan, habiskan semuanya!” saat meninggalkan sisa di meja makan. Di hari ada makanan yang tidak saya sukai, rasanya sungguh repot karena tidak bisa memakannya. ...

Menyeruput Mie di Jepang: Tidak Sopan atau Hal yang Wajar?

TL;DR — Menyeruput ramen atau soba di Jepang bukanlah hal yang tidak sopan maupun tidak beradab. Justru, itu sudah menjadi cara makan yang alami untuk hidangan mie. Di negara-negara Barat, mengeluarkan suara saat makan dianggap pelanggaran etiket, sehingga banyak orang asing yang datang ke Jepang merasa kaget. Namun di Jepang, tidak ada anggapan bahwa “menyeruput mie = tidak sopan”. Jadi, saat berada di restoran ramen atau soba, nikmati saja tanpa khawatir. ...

Tabu Sumpit di Jepang — Termasuk Mengapa Kamu Harus Mengangkat Mangkuk Saat Makan

TL;DR — Ada dua hal dalam sopan santun makan Jepang yang sering mengejutkan orang asing. Pertama, mangkuk nasi dan mangkuk sup harus dipegang dengan tangan saat makan (makan sambil membungkuk ke makanan tanpa mengangkat mangkuk disebut “inu-gui” dan dianggap tidak sopan). Kedua, ada berbagai tabu sumpit yang mengingatkan pada upacara pemakaman, seperti menancapkan sumpit tegak ke nasi (“hotoke-bashi”) atau memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit (“hashi-watashi”). Menariknya, di Korea justru sebaliknya — mengangkat peralatan makan dianggap tidak sopan. ...

Budaya Berbagi Makanan di Jepang: Yang Perlu Diketahui Orang Asing

TL;DR — Di meja makan Jepang, sudah umum untuk berbagi makanan dari piring besar bersama-sama. “Torizuke” (mengambil bagian) berarti memindahkan makanan dari piring bersama ke piring sendiri. Penggunaan sumpit saji atau tidak bergantung pada situasi dan kebiasaan keluarga masing-masing, namun rasa kebersamaan dalam menikmati makanan bersama sudah tertanam dalam dalam budaya kuliner Jepang. Meja Makan di Rumah Kami Selalu Pakai Piring Besar Kalau saya ingat-ingat makan di rumah orang tua dulu, di meja makan selalu ada beberapa lauk yang disajikan di atas piring besar. ...

Apa Arti 'Itadakimasu'? Makna di Balik Ritual Makan Orang Jepang

TL;DR — “Itadakimasu” bukan doa keagamaan, melainkan ungkapan rasa syukur khas Jepang atas nyawa makanan dan orang yang memasaknya. “Gochisousama deshita” diucapkan setelah makan dengan makna yang serupa. Keduanya tidak wajib diucapkan, tetapi orang Jepang biasanya akan senang jika orang asing menggunakannya. Salam Makan yang Terbentuk Secara Alami Di Jepang, ada kebiasaan mengucapkan “itadakimasu” sebelum makan dan “gochisousama deshita” setelah selesai makan. Saya sendiri tidak ingat kapan mulai belajarnya, tapi pasti orang tua saya yang mengajarkannya. ...

Golden Week di Jepang: Apa Itu dan Mengapa Negara Ini Seolah Berhenti Bergerak

TL;DR — Golden Week (GW) adalah periode di akhir April hingga awal Mei ketika hari libur nasional berkumpul dalam satu waktu. Banyak orang menggabungkannya dengan cuti berbayar untuk membuat liburan panjang, sementara tempat wisata dan transportasi menjadi salah satu yang tersibuk sepanjang tahun. Apa Itu Golden Week? Golden Week sudah semakin dekat. Bagi orang asing yang tinggal di Jepang, atau siapa saja yang sedang merencanakan perjalanan ke Jepang sekitar waktu ini, saya ingin menjelaskan apa itu “Golden Week (GW)” dan bagaimana suasana nyata Jepang selama periode ini. ...

25 April 2026 · Some Japanese

Mengapa Orang Jepang Tidak Tersenyum Saat Bertatapan?

TL;DR — Ketika orang Jepang menghindari pandangan Anda alih-alih tersenyum kembali, itu bukan kekakuan atau kejengkelan — melainkan kebiasaan budaya untuk tidak berinteraksi dengan orang asing. Ajak bicara mereka, dan mereka hampir pasti akan tersenyum balik. Waktu Kecil, Aku Pernah Dimarahi Ibu Waktu masih kecil, aku pernah menatap terus-terusan seorang penumpang yang berdiri di dalam bus — orang yang tidak aku kenal sama sekali. Ibu langsung berbisik menegurku. “Jangan melotot begitu. Tidak sopan!” ...