TL;DR — Ada dua hal dalam sopan santun makan Jepang yang sering mengejutkan orang asing. Pertama, mangkuk nasi dan mangkuk sup harus dipegang dengan tangan saat makan (makan sambil membungkuk ke makanan tanpa mengangkat mangkuk disebut “inu-gui” dan dianggap tidak sopan). Kedua, ada berbagai tabu sumpit yang mengingatkan pada upacara pemakaman, seperti menancapkan sumpit tegak ke nasi (“hotoke-bashi”) atau memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit (“hashi-watashi”). Menariknya, di Korea justru sebaliknya — mengangkat peralatan makan dianggap tidak sopan.
Mengangkat Peralatan Makan Adalah Hal yang Biasa
Di Jepang, memegang mangkuk nasi dengan tangan kiri saat makan adalah hal yang lumrah. Saya masih ingat waktu kecil, kalau mencoba makan dengan membiarkan peralatan makan di meja, orang tua atau kakek nenek langsung menegur cukup keras, “Jangan makan seperti inu-gui.”
“Makan nasi itu harus sambil memegang mangkuknya” — itu sudah menjadi kebiasaan yang tertanam secara alami.
Mengangkat Peralatan Makan Adalah Sopan Santun Jepang
Saya pun mencoba mencari tahu mengapa ada kebiasaan seperti ini.
Dalam sopan santun makan Jepang, memegang mangkuk nasi (chawan), mangkuk sup miso (shiru-wan), dan mangkuk kecil lauk pauk (kobachi) dengan tangan adalah hal yang mendasar. Salah satu alasannya adalah karena budaya makan Jepang dulu menggunakan meja rendah bernama “zen” atau chabudai. Karena mejanya rendah, sulit untuk mendekatkan mulut ke mangkuk, sehingga secara alami muncul kebiasaan memegang mangkuk dengan tangan. Meja makan zaman sekarang sudah lebih tinggi, namun kebiasaan ini tetap bertahan. Ada pula cara memegang yang benar — mangkuk diterima dengan kedua tangan, lalu dipegang dengan menopangnya menggunakan jari tangan kiri. Namun dalam makan sehari-hari, tidak banyak orang yang benar-benar mematuhinya seketat itu. Pada praktiknya, cukup “memegang sambil menopang dengan tangan kiri” sudah memadai.
Memang benar, selama ini saya hanya sebatas sadar untuk memegang dengan tangan kiri saja.
Omong-omong, saat menulis ini saya jadi teringat — membawa peralatan makan ke mulut juga bukan merupakan pelanggaran sopan santun.
Mengapa “Inu-gui” Dianggap Tidak Sopan?
“Inu-gui” adalah cara makan dengan membiarkan peralatan makan di atas meja, lalu mendekatkan wajah ke makanan.
Disebut “inu-gui” (secara harfiah: “makan seperti anjing”) karena menyerupai anjing yang mendekatkan moncongnya ke tempat makan di lantai. Di Jepang, cara makan ini dianggap tidak sopan, dan anak-anak sering diberitahu untuk tidak melakukannya sejak dini.
Namun jika ditanya “mengapa itu tidak baik?”, sebagai kebiasaan budaya, rasanya seperti “ya memang begitu” dan sulit untuk memberikan alasan yang jelas.
Kalau dipaksakan untuk menjelaskan, mungkin perasaan yang paling mendekati adalah: “punya tangan tapi tidak digunakan, malah mendekatkan seluruh badan ke makanan — terlihat seperti hewan dan tampak rakus.”
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Sopan Santun Sumpit
Ada beberapa cara penggunaan sumpit yang dianggap tidak pantas. Berikut beberapa yang sebaiknya diketahui oleh orang asing.
Sashi-bashi (刺し箸): Menusuk makanan dengan sumpit. Anak-anak sering melakukannya, tapi bagi orang dewasa ini dianggap tidak sopan.
Watashi-bashi (渡し箸): Meletakkan sumpit secara melintang di atas mangkuk di tengah makan. Bisa diartikan sebagai tanda bahwa kamu sudah selesai makan (seharusnya sumpit diletakkan di tempat sumpit / hashioki).
Neburi-bashi (舐り箸): Menjilat ujung sumpit dengan mulut.
Utsuri-bashi (移り箸): Hampir mengambil satu makanan dengan sumpit, lalu beralih ke makanan lain. Seperti gerakan “mau makan itu, eh, mau ini saja”.
Hotoke-bashi (仏箸) / Tate-bashi (立て箸): Menancapkan sumpit tegak lurus ke dalam nasi. Ini adalah tabu yang sangat kuat karena menyerupai bentuk nasi “makura-meshi” yang disajikan sebagai persembahan untuk orang yang baru meninggal.
Hashi-watashi (箸渡し): Memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit. Ini dianggap sangat tidak beruntung karena mengingatkan pada cara mengambil tulang dalam upacara pemakaman. Saat ingin memberikan makanan kepada seseorang, letakkan dulu di piring kecil, lalu berikan.
Namun demikian, tidak banyak orang Jepang yang benar-benar mematuhi semua aturan ini dengan sempurna, dan seberapa ketatnya pun berbeda-beda tergantung keluarga. Kalau orang asing melakukannya, hampir tidak ada yang akan marah, meski mungkin ada yang mengingatkan dengan halus.
Mengetahui hal ini akan membantu kamu lebih mudah membaca suasana — seperti “oh, begitu ya, jadi itu alasannya.”
Di keluarga saya, saya berkali-kali ditegur soal utsuri-bashi, hotoke-bashi, dan hashi-watashi.
Terutama hotoke-bashi — saya masih ingat betapa tegasnya larangan itu disampaikan.
Perbedaan Menarik dengan Korea
Meski sama-sama menggunakan sumpit, sopan santun makan Korea memiliki bagian yang berlawanan dengan Jepang.
Di Korea, mengangkat peralatan makan dengan tangan dianggap tidak sopan. Aturannya adalah membiarkan peralatan makan di atas meja saat makan. Selain itu, di Korea sumpit dan sendok digunakan sebagai pasangan, dan nasi serta sup dimakan dengan sendok.
Orang Jepang yang pergi ke Korea dan “memegang mangkuk seperti biasa” kadang terlihat sedikit aneh di mata orang sekitar. Sebaliknya, orang Korea yang datang ke Jepang dan makan dengan membiarkan peralatan makan di meja mungkin disalahpahami sebagai “kurang sopan.”
Saya pernah mendengar langsung dari orang Korea bahwa di sana pun ada alasan serupa — “terlihat rakus karena terlalu bersemangat mengangkat makanan ke dekat mulut.”
Tidak ada yang benar atau salah — hanya saja budaya yang berbeda memiliki sopan santun yang berbeda pula.
Seberapa Jauh Orang Asing Perlu Mematuhinya?
Sejujurnya, saya rasa orang asing tidak perlu terlalu khawatir soal sopan santun sumpit.
Makan di restoran Jepang tanpa mengangkat peralatan makan pun, tidak ada yang akan berkomentar apa-apa. Cara memegang sumpit yang tidak sempurna juga tidak masalah sama sekali.
Namun menurut perasaan saya, hotoke-bashi dan hashi-watashi terasa seperti tabu yang sesungguhnya. Ada baiknya untuk mengingatnya.
Kalau bisa menyimpannya di sudut benak kamu, saya akan sangat senang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Q: Apakah di Jepang memegang peralatan makan dengan tangan adalah cara yang benar? A: Ya, memegang mangkuk nasi, mangkuk sup, dan mangkuk kecil lauk pauk dengan tangan adalah sopan santun Jepang. Untuk piring besar atau piring datar, tidak masalah dibiarkan di meja.
Q: Apa itu “inu-gui”? A: Cara makan dengan membiarkan peralatan makan di meja lalu mendekatkan wajah ke makanan. Di Jepang hal ini dianggap tidak sopan.
Q: Apakah benar di Korea tidak boleh mengangkat peralatan makan? A: Ya, di Korea mengangkat peralatan makan dengan tangan dianggap tidak sopan. Meskipun sama-sama menggunakan budaya sumpit, sopan santunnya berlawanan dengan Jepang.
Q: Mengapa memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit dianggap tidak baik? A: Karena menyerupai cara mengambil tulang dalam upacara pemakaman, sehingga dianggap sial. Saat ingin memberikan makanan, letakkan dulu di piring kecil, lalu berikan.
Artikel ini diterjemahkan menggunakan Claude AI. Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan terjemahan yang mengakibatkan ungkapan yang mungkin kurang sopan atau tidak pantas.
TL;DR — 日本の食事マナーには、外国人がとくに驚く2つのポイントがあります。ひとつは「茶碗や汁椀は手で持って食べる」こと(置いたまま顔を近づける「犬食い」はNG)。もうひとつは、ご飯に箸を立てる「仏箸」や箸から箸へ食べ物を渡す「箸渡し」など、お葬式を連想させる箸のタブーです。韓国では逆に食器を持ち上げることがマナー違反になるという、面白い文化の違いもあります。
食器は持って食べるのが当たり前だった
日本では、ご飯を食べるとき茶碗を左手に持つのが当たり前でした。子どもの頃、食器を置いたまま食べようとすると「犬食いはやめなさい」と親や祖父母に結構厳し目に注意された記憶があります。
「ご飯はちゃんと茶碗を持って食べるもの」というのは自然と身についていました。
食器を持つのは日本のマナー
なぜそういう慣習なのか、調べてみました。
日本の食事マナーでは、お茶碗(ご飯の器)・汁椀(味噌汁などの椀)・小鉢(副菜の小さな器)は手に持って食べるのが基本です。理由のひとつは、日本の食卓が低い膳(ちゃぶ台)を使う文化だったことが挙げられます。テーブルが低いと器に口を近づけるのが難しいため、自然と器を手に持つ習慣が生まれたとも言われています。現代の食卓は高くなりましたが、習慣として残っています。持ち方にも作法があって、茶碗は両手で受け取り、左手の指をそえて持つのが丁寧な形です。ただ、日常の食事でそこまで厳密に守っている人は少なくて、「とりあえず左手で支えながら持つ」くらいが現実です。
確かに左手で持って食べる、くらいの意識しかしたことがないです。
書いていて思い出したけど、食器に口をつけて食べるのもマナー違反ではありません。
「犬食い」はなぜお行儀が悪いとされるのか
「犬食い」とは、食器をテーブルに置いたまま、顔を器に近づけて食べる食べ方のことです。
犬が地面に置いたエサに顔を突っ込んで食べる姿に似ているから「犬食い」と呼ばれています。日本ではこの食べ方は行儀が悪いとされており、子どものうちに直すよう言われることが多いです。
ただ、「なぜ悪いか」と聞かれると、文化的な慣習として「そういうもの」という感覚が強く、明確な理由を答えるのが難しかったりします。
強いて言えば、「手があるのに利用せず、食べ物に向かって全身を近づけるのが動物っぽくて卑しく見える」という感覚が近いかもです。
箸のマナーで気をつけること
箸にはいくつかNGとされる使い方があります。外国人が知っておくと安心なものをいくつか紹介します。
刺し箸(さしばし):食べ物に箸を突き刺して食べること。子どもがやりがちですが、大人がやると行儀が悪いとされます。
渡し箸(わたしばし):食事の途中に箸を茶碗の上に横に置くこと。食事が終わったサインと受け取られることがあります(本来は箸置きに置くのが正式)。
舐り箸(ねぶりばし):箸の先を口で舐めること。
移り箸(うつりばし):料理に箸をつけようとして、やっぱり別の料理に移ること。「あれが食べたい、やっぱりこれ」という動作です。
仏箸(ほとけばし)/立て箸(たてばし):ご飯に箸を垂直に立てること。仏前に供える「枕飯(まくらめし)」と同じ形になるため、死を強く連想させるタブーです。自分も子どものころ、これだけは特に厳しく注意された記憶があります。「故人へのお供えと同じだからやめなさい」と。
箸渡し(はしわたし):箸から箸へ食べ物を渡すこと。これはお葬式の骨拾いを連想させるため、特に縁起が悪いとされています。食べ物をわたすときは、一度小皿に置いてから渡すのがマナーです。
ただ、これらすべてを完璧に守っている日本人も多くはなくて、家庭によってどこまで気にするかは全然違います。外国人の方がやっても、誰かに怒られることはほぼないと思いますが、やんわりと注意されることはあると思います。
知っておくと「あ、そういうことか」と場の雰囲気が読みやすくなります。
私の家では、移り箸・仏箸・箸渡しは何回も注意された記憶があります。
特に、仏箸だけは絶対にやめろ、と強い口調で言われた記憶があります。
韓国との面白い違い
同じ箸を使う文化圏でも、韓国の食事マナーは日本と正反対の部分があります。
韓国では、食器を手で持ち上げるのはマナー違反とされています。器はテーブルに置いたまま食べるのが礼儀です。また、韓国では箸とスプーンをセットで使い、ご飯や汁物はスプーンで食べるのが基本です。
日本人が韓国に行って「いつもどおり茶碗を持って食べる」と、周りから見ると少し不思議な行動に映ることがあります。逆に韓国人が日本に来て、食器を置いたまま食べると「行儀が悪いのかな」と誤解されることも。
韓国でも日本と同じような理由で、「食器を持ち上げるほど食べ物に執着しているようで卑しく見える」というのを現地の人から聞いたことがあります。
どちらが正しいわけではなく、文化が違えばマナーも違うというだけの話です。
外国人はどこまで気にすればいい?
正直、外国人の方が箸のマナーを気にしすぎる必要はないと思います。
日本のレストランで食器を持たずに食べていても、誰も何も言わないです。箸の持ち方が完璧じゃなくても全然 OK です。
ただ、私の感覚では、仏箸・箸渡しだけは禁忌に近い感覚です。覚えておいて損はないです。
頭の片隅に置いておいてもらえると嬉しいです。
よくある質問
Q: 日本では食器を手で持って食べるのが正しいですか? A: はい、お茶碗・汁椀・小鉢は手に持って食べるのが日本のマナーです。大皿や平らな皿は置いたまま食べて問題ありません。
Q: 「犬食い」とは何ですか? A: 食器をテーブルに置いたまま顔を近づけて食べる食べ方です。日本では行儀が悪いとされています。
Q: 韓国では食器を持ち上げてはいけないって本当ですか? A: はい、韓国では食器を手で持ち上げるのはマナー違反とされています。同じ箸文化でも日本と正反対のマナーです。
Q: 箸から箸へ食べ物を渡すのはなぜいけないのですか? A: 葬儀での骨拾いの作法に似ているため、縁起が悪いとされています。食べ物を渡すときは一度小皿に置いてから渡しましょう。