TL;DR — Menyeruput ramen atau soba di Jepang bukanlah hal yang tidak sopan maupun tidak beradab. Justru, itu sudah menjadi cara makan yang alami untuk hidangan mie. Di negara-negara Barat, mengeluarkan suara saat makan dianggap pelanggaran etiket, sehingga banyak orang asing yang datang ke Jepang merasa kaget. Namun di Jepang, tidak ada anggapan bahwa “menyeruput mie = tidak sopan”. Jadi, saat berada di restoran ramen atau soba, nikmati saja tanpa khawatir.

Menyeruput Mie Adalah Hal yang Biasa

Waktu kecil, setiap kali makan ramen atau soba di rumah, saya selalu menyeruputnya — dan itu adalah pemandangan yang sangat lumrah. Bahkan saya dulu menyeruput pasta juga, dan baru sadar bahwa itu keliru beberapa waktu kemudian.

Setelah mengenal budaya luar negeri, saya baru menyadari bahwa “menyeruput dianggap tidak sopan” di banyak tempat. Tapi waktu kecil, saya sama sekali tidak mempertanyakannya.

Mengapa Kebiasaan Menyeruput Menjadi Hal yang Lazim

Ada beberapa alasan mengapa menyeruput mie menjadi kebiasaan yang umum di Jepang.

Bisa Makan Selagi Panas

Ramen dan soba paling enak dimakan langsung setelah disajikan, karena cita rasanya menurun saat sudah dingin. Dengan menyeruput, udara ikut masuk bersamaan sehingga makanan panas pun bisa dimakan dengan cepat tanpa membakar mulut. Ini sering disebut sebagai alasan paling praktis dari kebiasaan ini.

Aroma Lebih Terasa

Saat menyeruput, udara yang melewati mulut membantu aroma mie dan kuah naik ke hidung. Terutama untuk soba yang mengandalkan wangi kaldu, atau ramen dengan kuah kaya seperti tonkotsu atau ayam, banyak orang mengatakan bahwa menyeruput membuat cita rasa terasa lebih kuat.

Sudah Menjadi Kebiasaan Budaya

Jika ditelusuri lebih dalam, mungkin jawabannya sederhana: “memang sudah begitu dari dulu.” Sejak masakan mie menyebar di Jepang, menyeruput sudah menjadi cara makan yang alami dan terus diwariskan.

Namun perlu dicatat, tidak semua orang menyadari ini sebagai “alasan menyeruput” — kebanyakan orang melakukannya secara alami tanpa berpikir panjang. Saya pun salah satunya.

Perbedaan Budaya dengan Negara Barat

Dalam etiket makan di negara-negara Barat, mengeluarkan suara saat makan dianggap “tidak sopan”. Cara yang dianggap benar adalah menyendok sup dengan tenang menggunakan sendok, dan makan mie dengan menggulung di garpu tanpa suara.

Maka tak heran, orang asing yang pertama kali masuk ke restoran ramen atau soba di Jepang seringkali terkejut mendengar suara seruput dari pelanggan sekitar. Sebaliknya, orang Jepang yang minum sup dengan bersuara saat berada di luar negeri pun bisa membuat orang sekitar bingung — ini juga pengalaman yang banyak dialami wisatawan Jepang.

Tidak ada yang benar atau salah di sini — ini semata-mata perbedaan budaya. Di Jepang, menyeruput ramen tidak akan membuat siapa pun memandang Anda aneh, jadi silakan menikmatinya dengan bebas.

Sejauh Mana Boleh Menyeruput?

Mungkin Anda bertanya-tanya, “Lalu apakah semua makanan boleh diseruput?” Untuk mie dan sup, jawabannya ya, tidak masalah.

Namun, menyendok nasi langsung ke mulut dengan cepat (kakikomi-gui) atau menundukkan wajah ke dekat piring saat makan (inu-gui / “makan seperti anjing”) adalah hal yang berbeda — itu dianggap tidak sopan.

Selain itu, banyak orang yang menghindari menyeruput pasta. Mungkin karena pasta adalah hidangan dari luar Jepang. Saya sendiri makan pasta dengan menggulung di garpu tanpa menyeruput.

Cara mudah untuk mengingat: kebiasaan ini berlaku untuk mie selain pasta.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q: Apakah menyeruput mie di Jepang dianggap tidak sopan? A: Sama sekali tidak. Menyeruput ramen, soba, dan udon adalah hal yang sepenuhnya normal di Jepang. Jauh dari dianggap tidak sopan, ini bahkan bisa dilihat sebagai tanda bahwa kamu benar-benar menikmati makananmu.

Q: Bisakah saya menyeruput makanan lain selain mie? A: Mie dan sup boleh. Namun, menimbulkan suara saat makan nasi atau lauk pauk adalah hal yang berbeda — itu umumnya dianggap kurang sopan. Anggap saja menyeruput itu khusus berlaku untuk mie.

Q: Katanya menyeruput membuat makanan lebih enak — benarkah itu? A: Dikatakan bahwa saat menyeruput, udara masuk ke mulut bersama mie sehingga aroma terbawa ke hidung dengan lebih baik. Efek ini terutama terasa pada ramen dengan kuah yang kaya atau soba yang mengandalkan aroma dashi. Namun apakah itu alasan utama orang menyeruput, sulit dipastikan — kemungkinan berbeda-beda tiap orang.

Q: Apakah tidak apa-apa kalau tidak menyeruput di restoran ramen? A: Tentu saja. Menyeruput atau tidak sepenuhnya pilihan pribadi. Tidak ada yang mengharuskan kamu menimbulkan suara, dan makan dengan tenang sama sekali tidak masalah. Makanlah dengan cara yang paling nyaman bagimu.

Artikel ini diterjemahkan menggunakan Claude AI. Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan terjemahan yang mengakibatkan ungkapan yang mungkin kurang sopan atau tidak pantas.


TL;DR — 日本でラーメンやそばを音を立ててすすることは、失礼でも行儀が悪いわけでもありません。むしろ麺類に関しては自然な食べ方として定着しています。欧米では食事中に音を立てることはマナー違反とされているため、来日した外国人が驚くことも多いポイントですが、日本では「麺をすする=マナー違反」という感覚はほとんどありません。ラーメン屋やそば屋では、ぜひ気にせず楽しんでください。

麺類はすするのが普通だった

私が子どものころ、家でラーメンやそばの日はすすりながら食べていて、それが当たり前の光景でした。パスタまですすって食べていましたが、それが間違いだと気づいたのはしばらく経ってからです。

外国の文化を知って、「すする行為はマナーが悪いとされているのか」と気づきましたが、子どものころは疑いすら持っていませんでした。

すすることが定着した理由

なぜ日本では麺をすすることが普及したのか、いくつかの説があります。

熱々のまま食べられる

ラーメンやそばは提供直後がいちばんおいしく、冷めると風味が落ちます。すすることで空気を一緒に取り込みながら食べるため、熱いものをやけどせずに素早く食べられます。これが最も実用的な理由として語られることが多いです。

香りが立ちやすい

すするときに空気が口の中を通ることで、麺やスープの香りが鼻に抜けやすくなると言われています。特にだしの香りが命のそばや、豚骨・鶏ガラなどのスープが豊かなラーメンでは、すすることで風味をより強く感じられると言う人もいます。

文化的な慣習として定着した

理由を突き詰めると「昔からそうだった」という部分が大きいかもしれません。麺料理そのものが日本に普及した時代から、すすることが自然な食べ方として受け継がれてきたという背景があります。

もっとも、これが「すする理由」として全員に意識されているわけではなく、多くの人は深く考えずに自然にすすっているだけだと思います。私自身もそのひとりです。

欧米との文化の違い

欧米の食事マナーでは、食べる際に音を立てることは「行儀が悪い」とされています。スープをれんげやスプーンで静かに飲む、麺もフォークに巻き取って音を立てずに食べる、というのが一般的なマナーです。

そのため、日本に初めて来て本格的なラーメン屋やそば屋に入った外国人が、周囲の客が一斉にズルズルとすするのを聞いて驚く、というのはよく聞く話です。逆に、日本人が海外でスープを飲む際に音を立てて周囲を困惑させてしまう、というのも日本人旅行者あるあるのひとつでしょう。

どちらが正しい・間違いというわけではなく、単純に文化の違いです。日本ではラーメン屋でズルズルやっても誰も気にしないので、気にせず楽しんでください。

どこまですすっていいの?

「じゃあ何でもすすっていいの?」と思うかもしれませんが、麺類とスープは問題ありません。

一方でご飯を口に押し込むようにかき込む食べ方(かき込み食い)や、お皿に顔を近づけて食べる犬食いなどは別の話で、それらは行儀が悪いとされます。

また、パスタだけはすすることを避ける人が多い気がします。外国発祥の料理だからでしょうか。私はすすらずフォークで巻いて食べます。

「パスタ以外の麺類に限った話」と覚えておくといいと思います。

よくある質問

Q: 日本で麺をすすることは失礼ですか? A: まったくそんなことはありません。ラーメン・そば・うどんをすすることは日本では完全に普通の食べ方です。むしろ「本当においしく食べてくれている」という印象を与えることすらあります。

Q: 麺以外の食べ物もすすっていいですか? A: 麺類とスープは問題ありません。ただ、ご飯やおかずを食べるときに音を立てるのは別の話で、マナーが悪いとされます。「すする」のはあくまで麺類限定と覚えておくといいです。

Q: すすると食べ物がおいしくなると聞いたけど、本当ですか? A: すするときに空気が一緒に口の中を通ることで、麺やスープの香りが鼻に抜けやすくなると言われています。この効果は豚骨や鶏ガラなど濃いスープのラーメンや、だしの香りが命のそばで特に感じやすいようです。ただ、それがすする主な理由かどうかは人によって違うと思います。

Q: ラーメン屋でもすすらなくていいですか? A: もちろんです。すするかどうかは完全に個人の自由で、音を立てることを強制する人はいません。静かに食べても全く問題ないので、自分が一番落ち着いて食べられるやり方でどうぞ。