TL;DR — Kereta di Jepang sepi bukan tanpa alasan — ini berakar dari budaya “tidak ingin merepotkan orang lain” yang sudah tertanam dalam di masyarakat Jepang. Ngobrol sih boleh saja, tapi jaga volume suara. Jangan duduk dengan kaki terlalu terbuka, dan kalau bisa hindari jam sibuk — dengan begitu perjalanan kita semua bisa lebih nyaman.

Momen yang Bikin Sedikit Tidak Nyaman

Suatu hari saya sedang naik kereta ke pusat kota, dan tiba-tiba rombongan wisatawan asing yang cukup banyak masuk ke gerbong yang sama.

Saya mengerti — mereka sedang berwisata, pasti ada semangat dan kegembiraan tersendiri. Wajar banget kalau ingin ngobrol sama teman. Tapi suara mereka cukup keras. Keras sekali, malah — sampai bergema ke seluruh gerbong, dan terus-terusan.

Penumpang Jepang di sekitar tetap diam. Semua fokus ke ponsel atau menutup mata. Tidak ada yang menegur. Tapi saya bisa menebak apa yang ada di pikiran mereka.

Saya sendiri, jujur saja, merasa sedikit tidak nyaman.

Saya juga berpikir, “Mungkin mereka tidak melihat pengumumannya ya?” Papan tata tertib di dalam kereta memang tidak terlalu mencolok, jadi wajar saja kalau ada yang tidak sadar.

Tapi justru karena itu, kalau kamu sudah jauh-jauh datang ke Jepang, saya ingin kamu tahu hal-hal seperti ini. Itulah alasan saya menulis artikel ini.

Kenapa Harus Sunyi?

Jujur, sampai saya duduk menulis artikel ini, saya sendiri belum pernah benar-benar memikirkan alasannya.

Tenang di dalam kereta. Itu sudah jadi kebiasaan yang tertanam begitu saja — bahkan saya tidak pernah bertanya-tanya “kenapa ya?”

Setelah dipikir ulang, saya rasa alasan utamanya adalah sifat orang Jepang yang sedapat mungkin menghindari tindakan yang bisa merepotkan atau mengganggu orang lain.

Selain itu, orang Jepang juga tidak terlalu terbiasa mengobrol dengan orang asing di dalam kereta (meski ada juga yang melakukannya) — dan ini sepertinya turut memperkuat kebiasaan tersebut.

Ada Pengumuman, tapi Kecil

Di hampir semua kereta, ada papan tata tertib penumpang. Misalnya “Harap matikan ponsel di dekat kursi prioritas” atau “Mohon tidak bertelepon di dalam kereta.”

Tapi ukurannya tidak besar, dan saya rasa tidak semua wisatawan asing sempat membacanya.

Jadi saya tidak bisa menyalahkan orang yang tidak melihat pengumuman itu. Tidak tahu ya memang tidak tahu — itu hal yang sangat masuk akal.

Meski begitu, saya tetap ingin kamu tahu. Karena banyak orang Jepang, termasuk saya, yang sebenarnya merasa terganggu.

Tolong Sedikit Kecilkan Volume Suara

Bukan berarti kamu tidak boleh ngobrol sama sekali. Ngobrol dengan teman adalah hal yang normal, dan saya juga paham semangat saat sedang berwisata.

Tapi kalau kamu bisa sedikit memperhatikan volume suara, itu sangat membantu.

Bayangkan bukan “suara yang terdengar ke seluruh gerbong,” tapi “suara yang hanya terdengar oleh orang di sebelah kamu.” Itu saja sudah beda banget.

Untuk telepon, bertelepon di dalam kereta dianggap tidak sopan di Jepang. Ini tertulis di pengumuman, dan hampir semua orang Jepang mematuhinya — yang tidak mematuhinya pun sering dapat tatapan dingin dari sekitar. Kalau perlu telepon, turunlah dulu dari kereta.

Cara Duduk: Jangan Buka Kaki Terlalu Lebar

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan: cara duduk di kereta.

Kadang saya melihat ada orang yang duduk dengan kaki terlalu terbuka sehingga tidak ada ruang untuk penumpang lain di sebelahnya. Padahal kalau sedikit digeser, masih muat satu orang — tapi orang itu tidak peduli.

Ada juga orang Jepang yang melakukan ini, tapi ini tetap dianggap perilaku yang sangat tidak sopan.

Kalau masih ada ruang di sebelah kamu, tolong rapatkan sedikit kakimu agar orang lain bisa duduk. Terutama saat kereta sedang penuh.

Hindari Jam Sibuk Kalau Bisa

Terakhir — jam sibuk kereta di Jepang itu luar biasa ramainya.

Pada hari kerja, pagi pukul 07.00–09.00 dan sore pukul 17.00–20.00 adalah waktu di mana jalur-jalur utama di kota sangat padat. Sejak pandemi COVID-19 dan meluasnya kerja dari rumah (remote work), kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya — tapi tetap saja cukup melelahkan.

Kalau kamu bepergian untuk wisata, kamu seharusnya bisa mengatur jadwal agar tidak bertepatan dengan jam-jam itu. Sayang banget kalau perjalanannya malah jadi stres karena kereta yang sesak.

FAQ

Q: Apakah kita tidak boleh ngobrol di dalam kereta? A: Ngobrol sendiri tidak masalah. Yang perlu diperhatikan adalah volume suara — usahakan agar tidak terdengar oleh penumpang lain di sekitar.

Q: Apakah ada pengumuman atau papan tata tertib di dalam kereta? A: Ya, di hampir semua kereta ada papan tata tertib penumpang. Namun ukurannya tidak terlalu besar, jadi mungkin ada yang tidak menyadarinya.

Q: Kapan jam sibuk (rush hour) kereta di Jepang? A: Jam sibuk biasanya terjadi pada hari kerja pagi pukul 07.00–09.00 dan sore pukul 17.00–20.00. Jika tujuan kamu wisata, sebaiknya hindari jam-jam tersebut.

Q: Apakah duduk dengan kaki terlalu terbuka dianggap tidak sopan? A: Ya. Duduk dengan kaki terlalu terbuka sehingga penumpang lain tidak bisa duduk di sebelah dianggap melanggar tata krama. Meski ada orang Jepang yang melakukannya juga, ini tetap bukan hal yang baik.

Artikel ini diterjemahkan menggunakan Claude AI. Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan terjemahan yang mengakibatkan ungkapan yang mungkin kurang sopan atau tidak pantas.


TL;DR ――日本の電車が静かなのは、「他人に迷惑をかけない」という意識が文化として深く根付いているからです。会話自体は問題ありませんが、声のボリュームは控えめに。足を広げて座らない、ラッシュアワーはできるだけ避ける――この点を意識してもらえると、お互い気持ちよく移動できます。

もやっとした瞬間

都内に出かけたとき、電車の中でそれなりの人数の外国人観光客グループが乗り込んできました。

旅の興奮があるのはわかります。友達と話したいのもわかります。でも、声がかなり大きかったです。車内全体に響くくらいの音量で、ずっと話し続けている。

周りの日本人乗客は、みんな静かにスマホを見たり目をつぶったりしていました。誰も何も言いません。でも、内心どう思っているかは、なんとなく想像がつきます。私自身も、正直「もやっ」としました。

「注意書きを見ていないのかな」とも思いました。車内のマナー掲示はそれほど大きくないから、気づかないのも仕方ないのかもしれません。

でも、せっかく日本に来てくれているなら、こういうことを少し知っておいてほしいと思い、この記事を書きました。

そもそも、なんで静かにするの?

正直に言うと、この記事を書こうと思うまで、自分でもちゃんと考えたことがありませんでした。

電車の中では静かにする。それは気づいたときには身についていた習慣で、「なんでだろう?」と思ったことさえありません。

改めて考えてみると、他人の迷惑になる行為を出来るだけ避ける、という日本人としての性質が主な原因じゃないかと思います。

また、電車内で見ず知らずの他人と会話をする習慣もあまりないので(する人もいますが)、それが拍車をかけているようにも思います。

注意書きはある。でも、小さい

ほとんどの電車には、マナーに関する掲示があります。「優先席付近では携帯電話の電源をお切りください」とか、「車内での通話はご遠慮ください」とか。

ただ、それほど大きくはないし、外国人旅行者が全員読んでいるとは思えません。

だから、掲示を見ていないこと自体は、正直責める気にはなれません。知らなかっただけ、というのは十分ありうる話です。

それでも、知ってほしいとは思います。私も含め、不愉快に感じる日本人は多いと思います。

声のボリュームを少し下げてほしい

会話をするな、と言いたいわけではありません。友達と話すのは普通のことだし、旅先で盛り上がる気持ちもわかります。

ただ、声のボリュームだけ、少し意識してもらえると助かります。

「車内全体に届く声」ではなく「隣の人にだけ聞こえる声」くらいのイメージです。それだけでだいぶ違います。

電話での通話は、日本では NG とされています。これは掲示にも書いてあるし、日本人もほとんど守っていますし、守っていない人は冷たい目で見られます。通話は電車を降りてからしてください。

席の座り方:足を広げすぎないで

また、電車での座り方にも注意が必要です。

足を大きく広げて座っていて、隣に人が座れないような状態になっているのを、たまに見かけます。詰めれば一人座れるのに、気にしていない。

これは日本人でもやっている人がいますが、非常に悪いマナーです。

隣に人が座れる空間がある場合は、少し足をまとめて場所を作ってあげてください。混雑している時間帯は特に。

ラッシュアワーはできるだけ避けて

最後に、日本の電車のラッシュアワーは、なかなかのものです。

平日の朝(7時〜9時ごろ)と夕方(17時〜20時ごろ)は、特に都市部の路線が非常に混雑します。コロナ以降、テレワークが広まって以前よりはマシになったとは思います。でも、それでも相当なストレスがかかります。

観光目的で動いているなら、この時間帯は外せるはずですので避けた方が無難です。移動そのものがストレスになってしまうのはもったいないです。

FAQ

Q: 電車の中で会話してはいけないの? A: 会話自体は問題ありません。声のボリュームを周りに聞こえない程度に抑えることを心がけてください。

Q: 車内に注意書きはある? A: はい、ほとんどの電車にマナーに関する掲示があります。ただし、大きくはないので気づかないこともあるかもしれません。

Q: ラッシュアワーはいつ? A: 平日の朝7時〜9時、夕方17時〜20時ごろが特に混雑します。観光目的であればこの時間帯はできるだけ避けるのがおすすめです。

Q: 席を広げて座っているのはマナー違反? A: はい。足を大きく広げて隣の人が座れなくなるのはマナー違反とされています。日本人でもやっている人はいますが、良いこととはされていません。