<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><channel><title>Japanese Culture on From Some Japanese</title><link>https://somejapanese.blog/id/tags/japanese-culture/</link><description>Recent content in Japanese Culture on From Some Japanese</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 23:12:12 +0900</lastBuildDate><atom:link href="https://somejapanese.blog/id/tags/japanese-culture/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Kenapa Tato Dilarang di Onsen dan Sento Jepang? Perspektif Orang Lokal</title><link>https://somejapanese.blog/id/posts/sento-onsen-tattoo-japan/</link><pubDate>Tue, 12 May 2026 01:58:19 +0900</pubDate><guid>https://somejapanese.blog/id/posts/sento-onsen-tattoo-japan/</guid><description>Di kebanyakan sento dan onsen di Jepang, pengunjung bertato tidak diperbolehkan masuk. Artikel ini membahas alasan di balik aturan tersebut, hubungannya dengan budaya yakuza, dan bagaimana aturan ini mulai berubah — dari sudut pandang orang Jepang.</description></item><item><title>Salaryman Mabuk Tidur di Jalanan Tokyo: Fenomena yang Sering Dilihat Wisatawan</title><link>https://somejapanese.blog/id/posts/drunk-salaryman-japan/</link><pubDate>Sat, 09 May 2026 04:05:36 +0900</pubDate><guid>https://somejapanese.blog/id/posts/drunk-salaryman-japan/</guid><description>Pemandangan umum di kawasan hiburan Tokyo — salaryman yang terlalu banyak minum dan tertidur di pinggir jalan. Ini latar belakang budayanya, risiko nyata yang ada, dan pengalaman pribadi yang pernah saya alami sendiri.</description></item></channel></rss>